Minggu, 01 April 2012

LIMBAH

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). [1]
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Pengolahan limbah
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah
Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya. [1]
  1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. [1]
  2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.[1]
  3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.[1]
  4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.[1]
  5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.[1]
Karakteristik limbah
  1. Berukuran mikro
  2. Dinamis
  3. Berdampak luas (penyebarannya)
  4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Limbah industri
Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
  1. Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik
  2. Limbah padat
  3. Limbah gas dan partikel
Proses Pencemaran Udara Semua spesies kimia yang dimasukkan atau masuk ke atmosfer yang “bersih” disebut kontaminan. Kontaminan pada konsentrasi yang cukup tinggi dapat mengakibatkan efek negatif terhadap penerima (receptor), bila ini terjadi, kontaminan disebut cemaran (pollutant).Cemaran udara diklasifihasikan menjadi 2 kategori menurut cara cemaran masuk atau dimasukkan ke atmosfer yaitu: cemaran primer dan cemaran sekunder. Cemaran primer adalah cemaran yang diemisikan secara langsung dari sumber cemaran. Cemaran sekunder adalah cemaran yang terbentuk oleh proses kimia di atmosfer.
Sumber cemaran dari aktivitas manusia (antropogenik) adalah setiap kendaraan bermotor, fasilitas, pabrik, instalasi atau aktivitas yang mengemisikan cemaran udara primer ke atmosfer. Ada 2 kategori sumber antropogenik yaitu: sumber tetap (stationery source) seperti: pembangkit energi listrik dengan bakar fosil, pabrik, rumah tangga,jasa, dan lain-lain dan sumber bergerak (mobile source) seperti: truk,bus, pesawat terbang, dan kereta api.
Lima cemaran primer yang secara total memberikan sumbangan lebih dari 90% pencemaran udara global adalah:
a. Karbon monoksida (CO),
b. Nitrogen oksida (Nox),
c. Hidrokarbon (HC),
d. Sulfur oksida (SOx)
e. Partikulat.
Selain cemaran primer terdapat cemaran sekunder yaitu cemaran yang memberikan dampak sekunder terhadap komponen lingkungan ataupun cemaran yang dihasilkan akibat transformasi cemaran primer menjadi bentuk cemaran yang berbeda. Ada beberapa cemaran sekunder yang dapat mengakibatkan dampak penting baik lokal,regional maupun global yaitu:
a. CO2 (karbon monoksida),
b. Cemaran asbut (asap kabut) atau smog (smoke fog),
c. Hujan asam,
d. CFC (Chloro-Fluoro-Carbon/Freon),
e. CH4 (metana).
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Macam Limbah Beracun
  • Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
  • Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
  • Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
  • Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
  • Limbah penyebab infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.
  • Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.
Pengelolaan Limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah, menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas lingkungan

Sabtu, 31 Maret 2012

GAYA

GAYA
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang memiliki arah. Gaya dapat menyebabkan perubahan gerak benda dan perubahan bentuk benda. Gaya dilambangkan dengan F, satuan gaya dalm SI adalah Newton (N) dan satuan yang lebih kecil yaitu dyne, dimana 1N = 100.00 dyne.
A.    Resultan gaya
Satu newton (1N) adalah besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda yang massanya 1 kg sehingga menghasilkan percepatan 1 m/.s2
1. Resultan gaya searah dan segaris kerja
F = FA + FB  
2. Resultan gaya berlawan arah dan segaris kerja
F = FA – FB
3. Resultan gaya berlawan arah, segaris kerja, dan sama besar
F = FA- FB = 0
F = 0
4. Resultan gaya saling tegak lurus
B.     Macam-macam gaya
1.  Gaya sentuh
Adalah gaya yang mengakibatkan benda bergerak akibat sentuhan
Gaya gesek
Disebabkan oleh dua atau lebih benda bergesekan. Arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda.
2.      Gaya tak sentuh
Adalah gaya yang mengakibatkan benda bergerak tanpa sentuhan
Gaya gravitasi
Yang dilakukan bumi pada benda itu. Dilambangkan denga W, satuannya newton (N). Arah benda selalu mengarah ke pusat bumi
Rumus : w = m . g
C.    Hukum newton
Hukum I Newton, “Bila resultan gaya yang bekerja pada benda nol atau tidak ada gaya yang bekerja pada benda, maka benda akan terus diam (tidak bergerak) atau akan bergerak lurus beraturan.”
(disebut juga hukum kelembaman (Inersia)

Hukum II Newton , “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan besarnya gaya yang bekerja pada benda itu dan berbanding terbalik dengan massanya. Aarah percepatan sama dengan arah gaya.”

Hukum III Newton, “Bila ada dua benda berinteraksi setiap ada gaya aksi selalu ada juga reaksi yang besarnya sama dan arahnya berlawanan.”
Faksi = -Freaksi


PUISI

Pengertian Puisi
Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya sangat mengutamakan keindahan bahasa dan kepadatan makna. Unsur-unsur puisi adalah:
1.    Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan puisi.
2.    Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung didalam puisi.
3.    Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. Hal ini ditunjukan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengritik, dan sebagainya.
4.    Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya itu.
Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya
A.   Puisi yang terkait oleh aturan-aturan bait dan baris antara lain:
1.       Pantun, merupakan salh satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi
2.       Syair, termasuk dalam puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat oleh aturan-aturan baku.
3.       Distichon, sajak dua seuntai
4.       Terzina, sajak tiga seuntai
5.       Quatrain, sajak empat seuntai
6.       Quint, sajak lima seuntai
7.       Sektet, sajak enam seuntai
8.       Septima, sajak tujuh seuntai
9.        Stanza, sajak delapan seuntai
10.   Soneta, sajak empat belas seuntai
B.    Puisi Bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait, baris, maupun rima. Contohpuisi bebas adalah puisi-puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, puisi kontemporer Sutarzi Calzoum Bachri.
Jenis-jenis puisi berdasrkan zamannya
A.      Puisi Lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing.
B.      Syair
C.      Mantera, puisi yang mengandung kekuatan gaib
D.      Talibun, yaitu pantun yang terdiri atas 6, 8, atau 10 baris.
E.       Karmina, yaitu (pantun kilat) pantun yang hanya terdiri atas 2 baris.
F.       Puisi baru terlahir tahun 20an
G.     Puisi modern, adalah curahan jiwa yang bebas lepas tak terkungkung oleh aturan apapun.
Jenis-jenis berdasarkan isinya
A.      Romansa, yaitu puisi berisi curahan cinta
B.      Elegi, yaitu puisi berisikan curahan cinta
C.      Ode, yaitu puisi berisikan sanjungan  kepada tokoh (pahlawan)
D.      Himne, yaitu puisi berisikan  doa dan pujian kepada Tuhan
E.       Epigram, yaitu puisi berisikan slogan, semboyan, untuk membangkitkan perjuangan atau semangat hidup
F.       Satire, yaitu puisi berisikan sindiran atau kritik
G.     Balada, yaitu puisi berisikan kisah atau cerita