Sabtu, 31 Maret 2012

GAYA

GAYA
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang memiliki arah. Gaya dapat menyebabkan perubahan gerak benda dan perubahan bentuk benda. Gaya dilambangkan dengan F, satuan gaya dalm SI adalah Newton (N) dan satuan yang lebih kecil yaitu dyne, dimana 1N = 100.00 dyne.
A.    Resultan gaya
Satu newton (1N) adalah besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda yang massanya 1 kg sehingga menghasilkan percepatan 1 m/.s2
1. Resultan gaya searah dan segaris kerja
F = FA + FB  
2. Resultan gaya berlawan arah dan segaris kerja
F = FA – FB
3. Resultan gaya berlawan arah, segaris kerja, dan sama besar
F = FA- FB = 0
F = 0
4. Resultan gaya saling tegak lurus
B.     Macam-macam gaya
1.  Gaya sentuh
Adalah gaya yang mengakibatkan benda bergerak akibat sentuhan
Gaya gesek
Disebabkan oleh dua atau lebih benda bergesekan. Arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda.
2.      Gaya tak sentuh
Adalah gaya yang mengakibatkan benda bergerak tanpa sentuhan
Gaya gravitasi
Yang dilakukan bumi pada benda itu. Dilambangkan denga W, satuannya newton (N). Arah benda selalu mengarah ke pusat bumi
Rumus : w = m . g
C.    Hukum newton
Hukum I Newton, “Bila resultan gaya yang bekerja pada benda nol atau tidak ada gaya yang bekerja pada benda, maka benda akan terus diam (tidak bergerak) atau akan bergerak lurus beraturan.”
(disebut juga hukum kelembaman (Inersia)

Hukum II Newton , “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan besarnya gaya yang bekerja pada benda itu dan berbanding terbalik dengan massanya. Aarah percepatan sama dengan arah gaya.”

Hukum III Newton, “Bila ada dua benda berinteraksi setiap ada gaya aksi selalu ada juga reaksi yang besarnya sama dan arahnya berlawanan.”
Faksi = -Freaksi


PUISI

Pengertian Puisi
Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya sangat mengutamakan keindahan bahasa dan kepadatan makna. Unsur-unsur puisi adalah:
1.    Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan puisi.
2.    Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung didalam puisi.
3.    Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. Hal ini ditunjukan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengritik, dan sebagainya.
4.    Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya itu.
Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya
A.   Puisi yang terkait oleh aturan-aturan bait dan baris antara lain:
1.       Pantun, merupakan salh satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi
2.       Syair, termasuk dalam puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat oleh aturan-aturan baku.
3.       Distichon, sajak dua seuntai
4.       Terzina, sajak tiga seuntai
5.       Quatrain, sajak empat seuntai
6.       Quint, sajak lima seuntai
7.       Sektet, sajak enam seuntai
8.       Septima, sajak tujuh seuntai
9.        Stanza, sajak delapan seuntai
10.   Soneta, sajak empat belas seuntai
B.    Puisi Bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait, baris, maupun rima. Contohpuisi bebas adalah puisi-puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, puisi kontemporer Sutarzi Calzoum Bachri.
Jenis-jenis puisi berdasrkan zamannya
A.      Puisi Lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing.
B.      Syair
C.      Mantera, puisi yang mengandung kekuatan gaib
D.      Talibun, yaitu pantun yang terdiri atas 6, 8, atau 10 baris.
E.       Karmina, yaitu (pantun kilat) pantun yang hanya terdiri atas 2 baris.
F.       Puisi baru terlahir tahun 20an
G.     Puisi modern, adalah curahan jiwa yang bebas lepas tak terkungkung oleh aturan apapun.
Jenis-jenis berdasarkan isinya
A.      Romansa, yaitu puisi berisi curahan cinta
B.      Elegi, yaitu puisi berisikan curahan cinta
C.      Ode, yaitu puisi berisikan sanjungan  kepada tokoh (pahlawan)
D.      Himne, yaitu puisi berisikan  doa dan pujian kepada Tuhan
E.       Epigram, yaitu puisi berisikan slogan, semboyan, untuk membangkitkan perjuangan atau semangat hidup
F.       Satire, yaitu puisi berisikan sindiran atau kritik
G.     Balada, yaitu puisi berisikan kisah atau cerita


Jumat, 30 Maret 2012

INTERAKSI SOSIAL

 
1. Pengertian Interaksi Sosial
Kodrat manusia sebagai makhluk sosial adalah keinginannya untuk selalu hidup bersama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau masyarakat. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok, baik berbentuk kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.

2. Jenis-Jenis Interaksi Sosial
a. Interaksi antara Individu dengan Individu
b. Interaksi antara Kelompok dengan Kelompok
c. Interaksi antara Individu dengan Kelompok

3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
     Syarat utama terjadinya suatu interaksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication) .
a. Kontak Sosial
    Kontak berasal dari kata Latin cum atau con yang berarti bersama-sama, dan tangere yang memiliki arti menyentuh. Jadi, secara harafiah kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologis, kontak merupakan gejala sosial, di mana orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa mengadakan sentuhan fisik, misalnya berbicara dengan orang lain melalui telepon, surat, dan sebagainya. Jadi, kontak sosial merupakan aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki makna bagi si pelaku dan si penerima, dan si penerima membalas aksi itu dengan reaksi.
       Kita membedakan kontak berdasarkan cara, sifat, bentuk, dan tingkat hubungannya.
1) Berdasarkan Cara
a) Kontak langsung terjadi secara fisik.
b) Kontak tidak langsung terjadi melalui media atau perantara tertentu,
2) Berdasarkan Sifat
   Berdasarkan sifatnya, kita mengenal tiga macam kontak, yaitu kontak antarindividu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok.
a) Kontak antarindividu, misalnya tindakan seorang anak mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya.
b) Kontak antara kelompok dengan kelompok, misalnya pertandingan bola voli antarsiswa SMA se-Jakarta.
c) Kontak antara individu dengan kelompok, misalnya tindakan seorang guru yang sedang mengajar siswanya agar mereka mempunyai persepsi yang sama tentang sebuah masalah. Contohnya guru tari yang melatih beberapa murid, sehingga terjadi persamaan gerak di antara mereka.
3) Berdasarkan Bentuk
Dilihat dari bentuknya, kita mengenal dua macam kontak, yaitu kontak positif dan kontak negatif.
a) Kontak positif mengarah pada suatu kerja sama. Misalnya seorang pedagang melayani pelanggannya dengan baik dan si pelanggan merasa puas dalam transaksi tersebut.
b) Kontak negatif mengarah pada suatu pertentangan, bahkan berakibat putusnya interaksi sebagaimana tampak dalam perang Lebanon dan Israel.
4) Berdasarkan Tingkat Hubungan
Menurut tingkat hubungannya, kita mengenal kontak primer dan kontak sekunder.
a) Kontak primer terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. Misalnya orang yang saling berjabat tangan, saling melempar senyum, dan sebagainya.
b) Kontak sekunder memerlukan suatu perantara atau media, bisa berupa orang atau alat. Selain itu juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya berbicara melalui telepon.
Adapun contoh kontak sekunder tidak langsung dapat kamu pahami dari cerita berikut ini. "Toni berkata kepada Sigit bahwa Ani mengagumi permainannya sebagai pemegang peran utama dalam pementasan sandiwara yang lalu. Ani mendapat ucapan terima kasih dari Sigit atas pujiannya melalui Toni". Dari cerita tersebut dapat diketahui bahwa walaupun Toni sama sekali tidak bertemu dengan Ani, tetapi di antara mereka telah terjadi suatu kontak karena masing-masing memberi tanggapan.
b. Komunikasi
Dalam berinteraksi dengan kawan-kawanmu, tentu kamu juga melakukan komunikasi. Apakah komunikasi itu? Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan gerakgerik fisik, ataupun perasaan. Selanjutnya, dari sini timbul sikap dan ungkapan perasaan, seperti senang, ragu, takut, atau menolak, bersahabat, dan sebagainya yang merupakan reaksi atas pesan yang diterima. Saat ada aksi dan reaksi itulah terjadi komunikasi. Jadi, komunikasi adalah tindakan seseorang menyampaikan pesan terhadap orang lain dan orang lain itu memberi tafsiran atas sinyal tersebut serta mewujudkannya dalam perilaku.
Dari uraian di atas, tampak bahwa komunikasi hampir sama dengan kontak. Namun, adanya kontak belum tentu berarti terjadi komunikasi. Komunikasi menuntut adanya pemahaman makna atas suatu pesan dan tujuan bersama antara masing-masing pihak.
Dalam komunikasi terdapat empat unsur, yaitu pengirim, penerima, pesan, dan umpan balik.
1) Pengirim (sender) atau yang biasa disebut communicator adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain.
2) Penerima ( receiver) yang biasa disebut communicant adalah pihak yang menerima pesan dari sender .
3) Pesan ( message) adalah isi atau informasi yang disampaikan pengirim kepada penerima.
4) Umpan balik ( feed back) adalah reaksi dari penerima atas pesan yang diterima.
4. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat pada hakikatnya mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, artinya dalam sebuah interaksi sosial, setidaknya ada dua orang yang sedang bertemu dan mengadakan hubungan.
b. Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbolsimbol, artinya dalam sebuah interaksi sosial di dalamnya terdapat proses tukar menukar informasi atau biasa disebut dengan proses komunikasi dengan menggunakan isyarat atau tanda yang dimaknai dengan simbol-simbol yang hendak diungkapkan dalam komunikasi itu.
c. Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung, artinya dalam proses interaksi dibatasi oleh dimensi waktu sehingga dapat menentukan sifat aksi yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam interaksi.
d. Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat, artinya dalam sebuah interaksi sosial, orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki tujuan yang diinginkan oleh mereka. Apakah untuk menggali informasi, atau sekedar beramah-tamah atau yang lainnya.
5. Faktor-Faktor yang Mendasari Interaksi Sosial
Interaksi yang terjadi di masyarakat didasarkan pada berbagai faktor, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah ataupun saling berkaitan.
a. Imitasi
Imitasi merupakan suatu tindakan meniru sikap, tingkah laku, atau penampilan orang lain. Tindakan ini pertama kali dilakukan manusia di dalam keluarga dengan meniru kebiasaan-kebiasaan anggota keluarga yang lain, terutama orang tuanya. Imitasi akan terus berkembang ke lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Dewasa ini proses imitasi dalam masyarakat semakin cepat dengan berkembangnya media masa, seperti televisi dan radio. Dalam interaksi sosial, imitasi dapat bersifat positif, apabila mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku sehingga tercipta keselarasan dan keteraturan sosial.
Namun, imitasi juga dapat berpengaruh negatif, apabila yang dicontoh itu adalah perilaku-perilaku menyimpang. Akibatnya berbagai penyimpangan sosial terjadi di masyarakat yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial budaya. Imitasi yang berlebihan dapat melemahkan bahkan mematikan daya kreativitas manusia.
b. Sugesti
Sugesti adalah cara pemberian suatu pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau pengaruh tersebut tanpa berpikir secara kritis dan rasional. Sugesti terjadi karena pihak yang menerima anjuran itu tergugah secara emosional dan biasanya emosi ini menghambat daya pikir rasionalnya.
Sugesti umumnya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa, mempunyai sifat otoriter, atau kelompok mayoritas dalam masyarakat. Selain itu juga dapat dilakukan oleh orang tua atau orang dewasa kepada anak-anak, maupun iklan di berbagai media massa. Contohnya seorang dokter anak yang membujuk atau memengaruhi pasiennya untuk minum obat agar cepat sembuh.
c. Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi 'sama' dengan orang lain yang menjadi idolanya. Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari imitasi dan sugesti. Dengan identifikasi seseorang mencoba menempatkan diri dalam keadaan orang lain, atau 'mengidentikkan' dirinya dengan orang lain. Proses identifikasi ini tidak hanya meniru pada perilakunya saja, bahkan menerima kepercayaan dan nilai yang dianut orang lain tersebut menjadi kepercayaan dan nilainya sendiri. Jadi, proses identifikasi dapat membentuk kepribadian seseorang.
Bagaimana identifikasi berlangsung? Proses identifikasi berlangsung dalam suatu keadaan di mana seseorang yang melakukan identifikasi benar-benar mengenal orang lain yang menjadi tokoh atau idolanya, baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui televisi). Contohnya seorang remaja yang mengubah penampilannya, mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, dan model rambut sesuai dengan artis idolanya. Ia mengidentifikasikan dirinya dengan artis tersebut.
d. Simpati
Simpati adalah perasaan 'tertarik' yang timbul dalam diri seseorang dan kemampuan untuk merasakan diri kita seolaholah berada dalam keadaan orang lain. Simpati bisa disampaikan kepada seseorang, kelompok, atau institusi. Dalam simpati seseorang ikut larut merasakan apa yang dialami, dilakukan, dan diderita oleh orang lain. Misalnya kita merasa sedih melihat penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa dan tsunami di daerah Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat.
e. Motivasi
Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh yang diberikan oleh individu kepada individu lain, sehingga individu yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang diberikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi juga dapat diberikan oleh individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau bahkan kelompok kepada individu. Contohnya untuk memotivasi semangat belajar siswanya, seorang guru memberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan.
f. Empati
Empati adalah proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka. Contohnya apabila kamu melihat orang tua temanmu meninggal dunia. Kamu tentu ikut merasakan penderitaan dan kesedihan temanmu. Kamu seolah-olah juga ikut merasakan kehilangan seperti yang dirasakan oleh temanmu.